Perkembangan Infeksi HPV dan Imunologi, SITH ITB Gelar Kuliah TamuThe development of HPV Infection and Immunology, SITH ITB Holds Lecture


Published by on April 17, 2016 9:20 pm

Sekolah Ilmu Teknologi Hayati (SITH) ITB melalui Program Studi Biologi kembali menggelar kuliah tamu untuk memberikan pendidikan lebih untuk mahasiswanya. Kali ini, Biologi ITB menghadirkan seorang imonolog terkemuka asal German Cancer Research Center atau lebih dikenal dengan DKFZ, Dr. Bladimiro Rinco Oronzo, Ph.D.Kuliah tamu yang diselenggarakan pada Jumat (19/09/14) bertempat di National Corner, Perpustakan Pusat ITB tersebut bertajukkan ” High Infection and Evasion Mechanisms From Innate Immunity “.

Tema yang diangkat dalam kuliah tamu tersebut adalah mengenai perkembangan imunologi, tepatnya permasalahan Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus utama penyebab utama kanker serviks. “Kuliah tamu ini bertujuan untuk memberikan pembekalan lebih kepada mahasiswa dan dosen mengenai imunologi. Seperti yang kita ketahui, permasalahan kanker servik pada wanita sangat marak terjadi, khususnya pada negara berkembang,” tutur Dr. Marselina Irasonia Tan, Ph.D (Dosen Biologi ITB) sebagai moderator dalam kuliah tamu tersebut.

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Kondisi ini banyak terjadi di negara berkembang, yaitu hamper 50 persen wanita di negara berkembang terserang penyakit ini. Kanker serviks tersebut disebabkan oleh HPV bertipe 16 atau 18. Dr. Bladimiro Rinco dan timnya berhasil melakukan sebuah penelitian mengenai hal tersebut, tepatnya mengenai mekanisme infeksi dan kemampuan HPV menghindar dari imun bawaan.

Penelitian yang dilakukan lebih berhubungan dengan sistem imun manusia, yaitu imun innate. Sistem imun innate adalah kekebalan alami atau pertahanan paling awal pada manusia untuk mengeliminasi mikroba patogen bagi tubuh. Artinya semua bentuk mikroba yang masuk akan dieliminasi tanpa memperhatikan jenis dari mikroba itu. Pada imunitas bawaan ini memiliki dua sistem pertahanan, pertahanan tingkat pertama dan pertahanan tingkat kedua. Pada pertahanan tingkat pertama tubuh akan dilindungi dari segala macam mikroba patogen yang menyerang tubuh secara fisik, kimia dan flora normal. Dan pertahanan kedua yang dilakukan oleh tubuh untuk melawan mikroba patogen meliputi fagosit, inflamasi demam dan substansi antimikroba.

Penelitian tersebut dipusatkan pada modulator kekebalan tubuh, yaitu interleukin-1beta (IL-1beta). “Dalam sel sehat, modulator ini hadir sebagai prekursor tidak aktif yang disebut pro-IL-1beta. Ketika virus menyerang sel, prekursor dibelah oleh enzim ke dalam bentuk biologis aktif dan dikeluarkan untuk melawan virus. Penelitian ini bertitik karena HPV sebagai virus ganas kerap berhasil melawan sistem imun tersebut,” jelas Dr. Bladimiro Rinco. 1/2 Dalam penelitiannya, Dr. Bladimiro Rinco turut menuturkan bahwa pemodifikasian biokimia genek turut berperan untuk membentuk vaksin untuk melawan kondisi tersebut. Terkait kanker serviks, penanganannya sangatlah memutuhkan biaya yang sangat mahal, dan tentu saja belum tentu dapat menyembuhkan.

Saat ini, laboratorium DKFZ turut mengembangkan vaksin tersebut dengan menggunakan dasar penelitian yang dilakukan oleh Dr. Bladimiro Rinco. “Perkembangan mengenai sistem imun ini sangat penting, tentu saja ilmu yang dijelaskan terkait imunologi ini diperlukan untuk menjaga tubuh kita,” tambah Dr. Marselina.

berita 1 2 berita 1 3

School of Biological Sciences Technology (SITH) ITB through Biological Studies Program held a guest lecture to give a better education to students. This time, Biology ITB presenting a leading imonolog origin German Cancer Research Center, better known by the DKFZ, Dr. Bladimiro Rinco Oronzo, Ph.D.Guest lecture held on Friday (19.09.14) at the National Corner, the ITB Central Library bertajukkan “High Infection and Evasion Mechanisms From innate immunity”.

The theme of guest lecture is about the development of immunology, precisely the problem Human Papillomavirus (HPV), the primary virus major cause of cervical cancer. “This guest lecture aims to equip more to students and faculty about immunology. As we know, the problem of cervical cancer in women is rife, especially in developing countries,” said Dr. Marselina Irasonia Tan, Ph.D (Biology Lecturer ITB) as a moderator in a guest lecture.

Cervical cancer is also known as cervical cancer is one cancer that is most feared women. Based on available data, of the many cancer patients in Indonesia, cervical cancer reaches its third. This condition occurs in developing countries, ie almost 50 percent of women in developing countries afflicted by this disease. Cervical cancer is caused by HPV type 16 or 18. Dr. Bladimiro Rinco and his team conducted a study on the matter, precisely the mechanisms of HPV infection and the ability to escape from the innate immune.

Research conducted more related to the human immune system, the innate immune. Innate immune system is a natural immunity or defense of the earliest humans to eliminate microbial pathogens to the body. This means that all forms of microbial entry will be eliminated regardless of the types of microbes. In innate immunity has two defense systems, defense first level and second level of defense. At the body’s first line of defense will be protected from all sorts of microbial pathogens that invade the body through physical, chemical and normal flora. And the second defense committed by the body to fight pathogens include phagocytes, fever and inflammation of antimicrobial substances.

The study focused on the immune modulator, namely interleukin-1beta (IL-1beta). “In healthy cells, the modulator is present as a precursor inactive called pro-IL-1beta. When a virus invades a cell, the precursor is cleaved by the enzyme in the form of biologically active and issued to combat the virus. The study was dotted for HPV as a vicious virus often succeed against the immune system, “explains Dr. Bladimiro Rinco. 1/2 In his research, Dr. Bladimiro Rinco participated said that modifying biochemical genek contribute to form a vaccine to fight the condition. Related cervical cancer, treatment is memutuhkan costs are very expensive, and of course not necessarily be able to heal.

Currently, DKFZ laboratory helped develop the vaccine using the basic research conducted by Dr. Bladimiro Rinco. “The development of the immune system is very important, of course, related to immunology science that is described is necessary to keep our body,” adds Dr. Marselina.